Pertama Kali Dalam Hidup




Ditulis oleh: Risa Azzahra Putri

Beberapa hari ini aku mulai tersadar. Bahwa hidup hanya sebentar. Lalu ke mana kaki akan melangkah? Tujuan hidup yang dicita, adakah?

Lagi-lagi bicara pada hati. Menjadi obat patah hati yang terkini. Menyapa bagian kecil yang berpengaruh. Apakah kau sudah sejalan dengan ruh?

Badan hanya jasad. Yang mengikuti diri sesaat. Suatu saat akan kaku. Juga terdiam membisu.

Diam-diam kita diikuti geram. Pada setiap kali masalah kelam. Tapi ada kalanya bahagia. Pada setiap berita yang membuncah dada.

Itu pilihan.

Berbagai macam pilihan hidup berbagai macam pula cara menanganinya. Beberapa berkata pilihan harus dipilih. Beberapa berkata pilihan harus diambil alih. Beberapa berkata untuk apa memilih?

Lagi-lagi itu pilihan.

Memilih untuk menjalani hari seperti yang sedang kujalani, tidak mudah. Hanya terlihat nyata dalam kasat mata. Tapi menjalaninya? Luar biasa. Dan dalam setiap pilihan selalu ada kali pertama dalam hidup.

Pertama kali hijrah. Memutuskan untuk melawan gerah. Mendengar bisikin orang hingga resah. Menjulurkan hijab dan menjaga amarah. Sampai menemukan kenyamanan dalam sebuah pilihan.

Pertama kali bertemu denganmu. Memutuskan untuk selalu berdoa untukmu. Mengatakan ‘jika ia baik untukku, baik untuk keluargaku, dan baik untuk agamaku, mudahkanlah, dekatkanlah’. Lalu bertemu kedua orang tuamu. Menyatukan ikatan tanda cinta kita sesuai mistaqan ghaliza

Pertama kali bekerja. Bertemu banyak lawan bicara. Kadang menjadi pusat perhatian belaka. Juga menjanlankan tugas sebagaimana adanya. Bahkan lebih dari yang terduga.

Dan pertama kali tinggal dalam ranah domestik. Mungkin kehidupan di luar terlihat jauh lebih asik. Tapi ada amanah baru yang kujaga. Membesarkan dan menjaga buah hati pertama. Disaat teman di luar sana masih bercerita hingga pagi tiba.

Hidup hanya sebentar. Adakah cita yang sedang kukejar? Dahulu rasanya terlalu menderita. Jika cita yang dipuja tidak tercapai segalanya.

Tapi lagi-lagi aku sadar. Bahwa hidup hanya sebentar. Dan kini kumemutuskan sebuah pilihan. Adalah menjadi sebaik-baiknya makhluk illahi rabbi. Yang sadar akan kekurangan diri. Memperbaiki sepenuh hati. Dan menjadi istri, ibu, muslimah sejati.

Lalu bagaimana dengan pilihanmu?



#oneweekonewriting #kelasminatmenulis #ibuprofesionaldepok



https://searisa.tumblr.com/post/188013760098/pertama-kali-dalam-hidup-beberapa-hari-ini-aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram