Tanpa Judul




Ditulis oleh: Puspa Larasati


Malam semakin mecekam,
Ada duka yang sangat mendalam,
Hingga Air mata berjatuhan,
jerit tangis terdengar sesegukan,
Sampai Ada hasrat ingin memutus urat nadi sendiri, tapi tak jadi.

Rasanya masih jelas teringat, 
Kenangan itu telah tersemat dalam ingatan dan relung hati yang dalam sangat,
Melepaskan sesuatu yang amat dicintai untuk tetap melanjutkan hidup.
Karena ternyata melelahkan jika terus bertahan di tengah badai kepedihan.

Mungkin terkadang diri butuh sekedar pelukan kehangatan sebagai bentuk dukungan,
Namun nyatanya kadang pelukan pun tak lagi mampu menghangatkan hati yang menggigil kedinginan, 
Sepi sunyi, sendiri,
Tapi tak usah risau dan khawatir, 
Sekarang Aku sudah terbiasa berkawan dengan sepi.

Seseorang berkata, berbisik ditelinga,
Keluarkanlah segala resah di dada,
Segala amarah dan kesedihan,
Keluarkanlah segala bahagia yang ada,
Segala senyum dan tawa kegembiraan. 
Kala kau sedang naik, Jangan terlalu melambung tinggi ke awan atau saat jatuh terlalu terperosok ke jurang terlalu dalam. 
Kau bebas ekspresiakan,
namun jangan berlebihan, nanti kau bisa edan.

Menyentakan rasa, menggetarkan sanubari.
Tapi kucoba tuk turuti saja setiap kata-katanya, 
Walau hati berontak, ku rasa benar juga.
Buat apa menyesali semua yang telah terjadi, berkubang dalam tangisan yang terus menerus, padahal tak ada yang punya kartu garansi bahwa esok masih bisa berdiri di atas bumi. 
Karena sesungguhnya kematian adalah hal yang pasti terjadi.

Dunia hanyalah tempat singgah sementara,
Mempersiapkan bekal untuk hidup kekal abadi di akhirat sana. 
setiap insanpun telah punya perannya, 
Setiap insanpun mampu mengambil beberapa peran dalam satu masa, 
Hanya tinggal siapkan laporan pertanggungjawabannya di akhirat sana.

Tak ada satupun manusia yang Allah ciptakan sama, manusia Istimewa, satu satunya,
Berbeda satu sama lainnya, 
saling melengkapi perannya, 
Hanya terkadang mata dan hati manusia tertutup oleh berbagai hal yang fana,
Melihat sekitarnya kemudian bisa bersikap angkuh dan merasa paling hebat,
Padahal ia lupa dari apa yang dimilikinya ada hak saudaranya,
Padahal ia lupa di mata Allah yang paling tinggi derajatnya adalah yang paling baik taqwa, akhlak dan ibadahnya.

Saat semua manusia punya kemungkinan untuk bisa berkhianat,
tapi hanya Allah yang selalu setia kepada hambaNYA, menemani apapun kondisinya.
Tak perlu resah berkubang dalam keterbatasan, 
Tak perlu gelisah sibuk melihat rumput tetangga yang terlihat selalu hijau,
Kau lupa bahwa rumput tak selamanya hijau,
Hanya saja hati dan matamu gelap akan kedengkian sehingga terlihat demikian.

Kata orang hidup butuh perjuangan,
Roda kehidupan senantiasa berputar,
Hidup tak akan selalu manis, penuh dramatis dan ada kalanya meringis,
Dengan begitu cerita hidup akan selalu berbeda tiap orangnya,
Ada yang diuji dengan kesenangan, apakah mampu tetap bersyukur ditengah kemilau cahaya bahagia,
Ada pula yang diuji dengan sakit berkepanjangan baik fisik ataupun batin, apakah mampu tetap bersabar dan ikhlas menjalani peran hidupnya.

Suara azan terdengar sayup sayup, 
Seruan untuk semua makhluk agar sejenak menghentikan aktivitas dunia,
Bersimpuh berbincang denganNYA,
bersujud dan mengucapkan segala syukur atas segala kisah saat ini. 
Tapi terkadang panggilan itu di abaikan,
sengaja menunda, bahkan terkadang sampai terlupa, padahal aku tahu tujuan penciptaanku hanya untuk mengabdi sebagai hamba mengharapkan ridho Ar-Rahman Ar-Rahim.

Jiwaku menggebu degup jantungku bertalu,
kala mendengar Kalam Ilahi Robbi,
Tertunduk diam, rasanya tak tahu malu,
Merenungi betapa banyak Nikmat yang Allah berikan untuk diri ini. 
Rasanya kalkulator tercanggih dan orang tercerdas di dunia saja tak mampu menghitung kebaikan Allah pada hambaNYA.
Rasanya diri terlalu angkuh untuk mengakui.
Sedikit sekali waktu untuk berfikir dan mensyukuri.

Sepenggal cerita hidupmu yang menurutmu biasa saja, jika kau berkenan untuk berbagi, mungkin suatu saat akan menginspirasi bahkan saat kau sudah tak bernyawa lagi.

Waallahu A'lam bisshowab.

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 35)

#oneweekonewriting #ibuprofesionaldepok #kelasminatmenulis #maknahidup #celotehpuspa #ceritapuspa #owow4


https://free.facebook.com/story.php?story_fbid=10217303319032347&id=1153788412&_rdc=1&_rdr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram