A-Z tentang Code of Conduct (CoC) Ibu Profesional





CODE of CONDUCT

Oleh : Septi Peni Wulandani (Founder Ibu Profesional)


1. Apa itu Code of Conduct (CoC)?


Code of conduct yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kode etik atau pedoman perilaku adalah beberapa aturan yang dibuat, dipahami dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama.

Code of conduct dapat disebut sebagai hukum etika.

Hukum etika tersebut dapat bermacam-macam disesuaikan dengan ruang lingkup dan kondisi yang berlaku, sebagai contoh, ada code of conduct dalam perusahaan, code of conduct rumah sakit, code of conduct lembaga pendidikan,code of conduct komunitas, dan sebagainya.

Jadi, code of conduct yang dimaksud tidak berlaku umum hanya untuk kalangan tertentu saja.

2. Mengapa Harus Ada Code of Conduct?


☘  Komunitas Ibu Profesional itu terdiri dari beberapa individu yang memiliki latar belakang perilaku yang berbeda sebelum masuk di komunitas, sehingga Code of Conduct ini akan menjadi pedoman  bagaimana perilaku yang sebaiknya untuk setiap anggota komunitas.

☘Setiap individu yang akan bergabung dalam komunitas Ibu Profesional harus memahami dan menaati hukum etika perilaku komunitas. Code of conduct sebagai sarana untuk mencegah  munculnya tantangan perilaku yang menyimpang di komunitas.

 ☘ Dalam menjalankan komunitas, pasti tidak bisa terhindar dari segala macam tantangan. Code of Conduct akan menjadi  referensi setiap anggota komunitas dalam  menyelesaikan segala tantangan yang muncul dalam perjalanan komunitas tersebut.

3. Tujuan Code of Conduct


☘Code of Conduct bertujuan menjadi pedoman setiap anggota komunitas Ibu Profesional berperilaku baik dan benar (normatif)

☘ Code of Conduct bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum (preventif).

☘Code of Conduct bertujuan untuk menyelesaikan tantangan yang muncul (kuratif)

4. Kesepakatan dan Konsekuensi


Dalam menjalankan code of conduct ada dua unsur yang harus berada di dalamnya yaitu kesepakatan dan konsekuensi

Kesepakatan adalah segala hal yang ditawarkan, diusulkan dan diterima secara bersama oleh seluruh anggota komunitas

 Konsekuensi adalah dampak yang terjadi jika sebuah keputusan diambil

Dampak dalam hal ini bisa positif, bisa negatif. Misal sudah diambil kesepakatan bahwa "Menjalankan aktivitas secara tepat waktu". Apabila dijalankan maka konsekuensinya acara akan berjalan sesuai rencana, perasaan bahagia, dan bisa menjalankan jadwal berikutnya dengan tenang. (Dampak positif). Demikian juga sebaliknya jika kesepakatan ini dilanggar, maka konsekuensinya acara tidak akan berjalan sesuai rencana, perasaan menjadi tidak bahagia, jadwal selanjutnya akan berantakan, mungkin juga cost akan membengkak, krn waktu pemakaian yang makin lama. (ini contoh dampak negatif)

Macam-macam Konsekuensi


☘ Konsekuensi Logis
adalah suatu kondisi yang sudah pasti akan terjadi jika menjalankan sesuatu yang sudah disepakati

Contoh : Jika seseorang menjalankan pola komunikasi yang produktif maka konsekuensinya hubungan organisasi akan berjalan sehat, demikian juga sebaliknya.

Contoh sederhana lain, jika seseorang makan, maka konsekuensi logisnya adalah  kenyang bukan lapar.

Jika seorang anak tidak mau belajar maka konsekuensi logisnya adalah bodoh, bukan uang sakunya berkurang. (Contoh Kalimat tidak logis yg paling sering keluar dari para orangtua,

"Awas ya kalau kamu nggak belajar, maka besok ibu nggak akan kasih uang saku"


☘ Konsekuensi Hukum
adalah dampak yang akan terjadi terhadap sebuah pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan hukum

Contoh : jika seseorang berkendara tanpa SIM dan STNK maka konsekuensinya akan terkena tilang.

Jika seseorang mengambil karya orang lain untuk diakui sebagai miliknya maka konsekuensinya akan terkena pasal hukum plagiasi dll.

☘ Konsekuensi Ekonomi
adalah dampak yang akan terjadi terhadap suatu pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan ekonomi

Contoh : Jika seseorang tidak menjalankan usahanya dengan sungguh-sungguh maka konsekuensinya tidak ada pendapatan untuk dirinya sendiri.

Jika seorang manager keuangan tidak melaporkan keuangan secara transparan,  maka konsekuensinya kepercayaan diri para anggota/investor akan berkurang.

☘ Konsekuensi Sosial
adalah dampak yang akan terjadi terhadap suatu pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan unsur sosial kemasyarakatan

Contoh : Apabila  seseorang menghadiri forum diskusi, kemudian justru membuat forum diskusi sendiri, selama forum diskusi utama sedang berlangsung, maka konsekuensinya adalah dikeluarkan dari forum tersebut.

Contoh lain : Apabila seseorang berniat membuat komunitas untuk kepentingan pribadinya dengan cara masuk ke komunitas yang sudah besar dan menunggangi komunitas tersebut, maka konsekuensinya harus dikeluarkan dari komunitas.

5. Perbedaan antara kesepakatan konsekuensi dengan hadiah hukuman (reward and punishment)


Kesepakatan dan konsekuensi itu menggunakan rumus:

Stimulus ➡ Thinking ➡ respon

Faktor  thinking ini yang menyebabkan kesepakatan konsekuensi lebih manusiawi, karena manusia diberikan kelebihan di sektor "berpikir"

Sedangkan hadiah hukuman (reward and punishment) memiliki rumus sbb:

stimulus ➡ respon

Hukuman dan hadiah ini meniadakan proses berpikir (thinking) sehingga sangat cocok diterapkan untuk pedoman perilaku hewan.

Contoh : kuda itu kalau baik menurut apa perintah tuannya maka diberi wortel (hadiah) apabila tidak mau menurut perintah tuannya maka langsung dipecut (hukuman)

6.  Jumlah item Code of Conduct


Code of conduct sebaiknya dibuat secara bertahap. Tiga bulan pertama di awal dibuat minimal 1 dan maksimum 3 item per divisinya. Misal Code of Conduct member (3 item), Code of Conduct Fasilitator (3 item), Code of Conduct Koordinator (3 item),
Code of Conduct  Sejuta Cinta (3 item), Code of Conduct KIPMA ( Koperasi Ibu Profesional Mandiri) 3 item.


7. Bagaimana cara membumikan Code of Conduct?


☘ Code of Conduct harus tertulis dan bisa dibaca setiap saat oleh seluruh unsur komunitas.

☘Code of Conduct harus selalu diingatkan secara periodik sampai terlihat di komunikasi bawah sadara, perilaku bawah sadar seluruh anggota dan pengurus komunitas.

☘Apabila ada pelanggaran code of conduct maka konsekuensinya harus segera dijalankan, tidak boleh ditunda.Hal ini akan memicu pelanggaran berikutnya

☘ Para koordinator dan jajaran pengurus kota adalah pemegang tonggak code of conduct di tingkat kotanya. Berhak mengambil keputusan atas konsekuensi dari berjalan tidaknya kesepakatan di kota masing-masing.

Keputusan yang diambil pengurus kota berlaku secara nasional.

Contoh : member yang sudah dikeluarkan oleh pengurus kota tertentu karena menyalahi kesepakatan, maka kota lain tidak bisa menerima keanggotaan barunya.

Para fasilitator adalah pemegang tonggak code of conduct di setiap jenjang kelas pembelajaran Ibu Profesional.

Contoh : Apabila diketahui ada fasilitator /peserta kelas berjenjang yang menggunakan materi dan konsep pelatihan baik secara utuh maupun sebagian tanpa ijin tim  nasional Ibu Profesional maka akan menerima konsekuensi hukum tentang pasal plagiasi dan dikeluarkan keanggotaannya dari Komunitas Ibu Profesional.

☘ 1-3 item Code of Conduct dilatihkan, dibiasakan, dipraktekkan terlebih dahulu selama 3 bulan, kemudian lakukan evaluasi, dan tambahkan 1-3 item code of conduct di 3 bulan berikutnya

" Adab sebelum ilmu dan ilmu sebelum amal, maka karakter adalah yang pertama dan utama dalam sebuah perkembangan sebuah komunitas pendidikan"

Salam cinta saya untuk teman-teman,

/ Septi Peni Wulandani /


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram