Mesin Enigmaku Christoper





Ditulis oleh: Fatimah


Semua sepakat kehidupan di masa anak-anak akan menjadi frame of experience seseorang. Alan Turing kecil adalah anak jenius yang masuk kategori nerd, semua anak mengolok-oleknya, hingga pernah suatu hari dirinya dikerjai teman sekelasnya dikubur di bawah meja guru di depan kelas hingga akhirnya temannya Christoper menolongnya, menjadi teman Turing, teman satu-satunya, yang menjadi penyulut semangatnya untuk tertarik dan belajar tentang kode enkripsi. Ketertarikannya inilah yang menyeretnya dalam cerita sejarah.

Film The Imitation Game ini bukan film biografi sejarah biasa yang menggugah tapi ada sisi kelam Alan Turing yang dapat dipetik. Diperankan oleh Benedict Cumberbatch, di awal film ini menampilkan sosok Profesor Alan Turing muda dengan pakaian rapi memasuki kantor radio, disana Turing muda menjalani proses wawancara untuk menjadi tim khusus enkripsi data yang membantu pemerintah Inggris memecahkan kode Enigma yang dikeluarkan oleh Nazi Jerman sebagai strategi militer saat perang dunia. Tantangannya adalah kode Enigma memiliki kemungkinan 159 trilyun kode yang mustahil dipecahkan, kode tersebut selalu diperbarui setiap jam 6 pagi setiap harinya. Meski Komandan militer meragukan kemampuan Turing, akhirnya justru ia mendapatkan dukungan dari PM Inggris karena idenya membuat mesin tandingan Enigma senilai 100 juta poundsterling. Bersama rekan lainnya, Turing memimpin tim khusus nan rahasia pemecah kode enskripsi tsb. Sayangnya, sifat nerd dan sombong Turing dalam memimpin tim dipengaruhi masa lalunya, Turing si profesor jenius tetap kaku dalam berteman, sombong dan angkuh dalam mempertahankan teorema akademisnya.

Film yang dikeluarkan tahun 2014 ini sebenarnya merupakan re–mark dari film terdahulunya yang berjudul codebraker(2011), breaking the code (1996), Enigma (2001) dan Decoding Alan Turing(2009), semua basis ceritanya sama tentang Alan Turing berjuang memecahkan kode enigma. Yang berbeda, karena di imitation game konflik bukan hanya terjadi saat perang dunia tetapi juga konflik pribadi yang dimiliki Alan Turing sejak masa kecilnya.

Bersama Christoper sahabat yang dia sebut dearest friend, Turing menemukan passion hidupnya dalam matematika, algoritma dan kode. Hingga akhirnya dia menyadari bahwa dirinya mencintai Christoper. Sepucuk surat cinta pada teman lelaki usia dua belas tahun itu tak pernah tersampaikan karena Christoper telah meninggal karena sakit TBC, sejak itu Turing mengetahui remuk redam hatinya ditinggal orang yang dicintainya.



Kecenderungan seksual Turing yang melenceng menjadi ancaman tersendiri, pasalnya hukum di Inggris saat itu bagi para homoseksual sangat keras. Karir dan hidup Turing akan habis seketika terbongkar preferensi seksualnya. Meski dalam tim ada wanita cantik dan pintar yang juga ahli enkripsi kode Turing tak pernah benar-benar bisa mencintainya.



Hampir dua tahun proses pembuatan mesin tandingan pemecah kode Enigma dibuat di pabrik radio Bletchley Park namun tidak ada hasil. Turing bahkan dicurigai menjadi mata-mata Soviet hingga proyeknya mesti dihentikan. Untungnya dengan bantuan teman-teman timnya proses pemberhentian projek ditunda sebulan.

Menjadi orang dibalik layar untuk memecahkan kode perang dunia membuat rekan rekan Turing hampir gila karena mereka merasa pekerjaannya sia-sia. Warga sipil lain berjuang baku tembak dengan pengorbanan yang lebih nyata sementara pekerjaan mereka setiap hari seolah mencari jarum dalam lautan jerami. Hingga akhirnya ditengah keputusasaan dan tenggang waktu Turing memecahkan pesan,

‘sebaik-baiknya menyembunyikan rahasia adalah di depan mata musuh’. Pesan kode enigma yang selalu diperbarui setiap jam enam pagi selalu memuat kabar perkiraan cuaca, dengan Hidup Hittler! Darisana kode enigma yang dipindai ke mesin Turing mengeluarkan kata-kata rahasia strategi pergerakan militer Jerman—kode Enigma terpecahkan!

Meski berhasil dan mempersingkat perang 2.5 tahun dari seharusnya, Turing menemui masalah lainnya. Setelah memutus pertunangan dengan Joan Clarke, Turing yang homoseksual ditangkap dan diasingkan. Turing lebih memilih hidup dengan mesinnya yang dinamai Christoper, persis seperti nama cinta pertamanya. Selama menjalani terapi hormon di tempat pengasingan Turing kesepian, sesekali Clarkle menjenguknya. Hingga akhirnya Turing meninggal bunuh diri di tahun 1954.

Clarkle menyayangkan pilihan Turing, tetapi meyakini bahwa mesin Turing ciptaannya adalah penyelamat empat belas jutaan jiwa dalam perang dunia saat itu. Meski begitu namanya hingga mati terkubur dalam-dalam. Baru pada tahun 2013 Ratu Inggris memberi amnesti pada perilaku ketidaksenonohan (homoseksual) Turing.

—————-

Turing yang kesepian berteman dengan mesin Christoper, menelan pahit obat kimia yang mengkebirinya. Malam itu, 7 Juni 1954 tubuhnya ditemukan tak bernyawa lagi ada sebuah apel segar yang telah tergigit disana, diduga kematian Turing adalah dengan sianida yang dimasukan dalam apel persis adegan Snow White. Ini juga yang menginspirasi Apple dalam pembuatan logonya untuk mengenang Turing dan mesin ajaibnya yang kini disebut komputer.

Meski dramatis, namun melihat sejarah seolah manusia berputar pada peradaban yang sungguh berbeda. Ketika itu homoseksual dihukum tegas, sekitar lima puluh ribu pelakunya dikebiri secara kimia oleh ratu Inggris, sementara hari ini kaum ini sorak sorai menikmati kebebasannya. Alan Turing saat ini lebih dikenal bukan karena mesin Turing buatannya tetapi karena menjadi ikon kebanggaan bagi kaum LGBTQ. Jadi Alan Turing pahlawan atau monster pengubah peradaban, who knows?

Satu hal yang pasti, masa kecil yang sehat akan membuat perbedaan bagi Turing andai saja ia tak bertemu cinta yang salah, andai saja Turing tak merasa bahwa satu-satu nya cinta yanh didapatkan bukan dari Christoper, teman yang dibawanya sampai mati. Andai saja ada pelukan orangtuanya di masa kecil, andai saja….

Terlepas dari kontrovesi konflik dalam film ini, penyajian sinematografi dan penokohan masing-masing karakter sangat kuat dan memukau. Meski dibumbui kasus kelam homoseksual tak ada satupun adegan senonoh di film ini kecuali bahasa klise romantisme ala nerd pantas saja the Imitation Game meraih total 39 penghargaan termasuk nominasi Oscar.

—————-

Ditulis untuk owow, tema film tokoh



https://izzatunnisa.wordpress.com/2019/11/06/mesin-enigmaku-christoper/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram